Selasa, 15 Mei 2012

RESIKO ITU ADALAH PILIHAN

Hidup memang selalu penuh dengan warna. Kadang tidak selamanya apa yang kita inginkan bisa tercapai. Begitu pula sebaliknya, banyak hal yang tidak kita duga terjadi pada kita.

Disisi lain, hidup ini selalu ada pilihan - pilihan yang harus kita ambil. Dan setiap pilihan yang ada, pasti ada resiko yang harus kita ambil atau kita hadapi. Mustahil kita hidup tanpa pilihan atau tanpa resiko.

Semakin besar pilihan yang kita ambil, maka semakin besar pula resikonya. Yang sering terjadi banyak diantara kita belum atau tidak siap dengan resiko yang kita hadapi. Kita tidak boleh lari dari hidup. Dimana pun kita berada bahwa selalu ada pilihan dan resio yang kita hadapi dan alami.

Untuk itu, maka persiapkan diri kita dengan sebuah kondisi yang mungkin tidak mengenakkan bagi kehidupan kita di masa yang akan datang. Sering kali kegagalan - kegagalan kita dalam kehidupan karena kita tidak siap menghadapi resiko yang muncul  di hadapan kita. Maka kalau itu yang terjadi, kita akan mudah terpuruk dan lebih sulit untuk bangkit dalam fase - fase kehidupan kita di masa yang akan datang. Kematangan dan kedewasaan kita dalam kehidupan, karena kita telah siap menghadapi resiko - resiko yang ada tanpa harus menyalahkan siapapun. Karena ini adalah hidup kita. Setiap kita adalah orang yang merdeka maka resiko itu pilihan.

Maka jadilah orang yang bertanggung jawab pada kehidupan diri kita sendiri, bahwa kita hidup untuk siap menentukan pilihan - pilihan. Kita siap menghadapi resiko. Karena resiko itu adalah pilihan.

Jumat, 03 Februari 2012

SATU CINTA

Cinta yang indah adalah cinta yang tidak terbagi. Selalu menampilkan energi untuk setia. Tidak mudah tergoda dengan ujian dalam perjalanannya. Istiqomah dalam menerima kenyataan. Tulus memberi dan tiada mengharapkan balasan. Diselingi dengan seni memahami perbedaan. Menyakini tiada yang sempurna berpijak pada fakta bukan khayalan. Selalu dihibur dengan harapan - harapan dan upaya mewujudkan harapan itu. Selalu percaya dengan masa depan. Selalu optimis dengan setiap pilihan - pilihan. Selalu berbahagia dengan satu cinta.

Kalau kau telah memilih cinta kebaikan, maka jangan kau gandakan dengan cinta keburukan.
Kalau kau telah memilih cinta berada dalam aktifitas dakwah , maka janganlah kau bagi cintamu dengan  memutuskan pensiun darinya.
Kalau kau telah memulih mencintai sahabat seperjuanganmu, maka janganlah berpikiran untuk memusuhinya.

Ketika kau telah memilih cinta untuk bersyukur, maka jangan kau gandakan cintamu dengan perilaku kufurmu. Ketika kau cinta pada jalan keimanan, maka jangan kau gandakan dengan cinta kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan.

......, Akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang - orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat (yang besar) dari Allah SWT. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (Al Hujurat: 7 - 8)

Renungan jum'at menjelang sholat jum'at.

(Inspirasi dari kutipan salah seorang ustadz)

Rabu, 25 Januari 2012

OSTEOPOROSIS RUHIYAH DA'I

Kata Bijak seorang Ulama Salaf: Jika aku bermaksiat, aku melihat dampaknya pada ketidaktaatan istriku, perlawanan anakku, dan tidak produktifnya susu hewan ternakku.
Maksiatlah yang mencegah datangnya pertolongan Allah azza wa jalla bagi Hamba-Nya....

Kondisi osteoporosis ruhiyah seorang da'i ditandai : riya, ingin di dengar, suka pamer, tidak sensitif dengan dosa, banyak tertawa, kehidupan rumah tangga carut - marut -tampak luar dilihat manusia sebagai keluarga samara tapi istri tidak taat, ia otoriter, perang tiap hari, anak - anak dapat tauladan yang buruk, tidak ada amar ma'ruf apalagi nahi munkar.

Dalam halaqohpun ia jenuh bicara dakwah dan harokah, datang seperti bintang tamu, banyak tertawa bahkan pelawak di halaqohnya, musiknya biasa, tak ada jarak dengan yang bukan mahram...

Sungguh manusia terlanjur mengira bahwa standar orang awam beda dengan para da'i.
Apa - apa yang biasa dan lumrah bagi mereka, adalah tabu bai para da'i....

Mari kita sama - sama melihat kondisi ruhiyah kita.
Semoga kita tidak termasuk yang terkena penyakit osteoporosis ruhiyah...

(kutipan dari majalah Tatsqif Edisi Rabiul Akhir 1428 H)

Rabu, 11 Januari 2012

CARA PANDANG

Memang hidup itu penuh dengan warna - warni kehidupan. Kadang kala kita mengalami sesuatu yang memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau harapkan. Ada yang terpuruk, ada juga yang tertatih-tatih, ada juga tetap tegar melangkah menatap hari esok.

Memang itulah hidup. Hidup itu ujian. Hidup itu perjuangan. Hidup itu adalah sarana untuk mecapai kebahagiaan yang abadi. Betapa banyak kita mendapatkan kalimat-kalimat yang positif tentang kehidupan dunia. Namun itu semua terkembali kepada kita sang pelaku atau aktor kehidupan ini.

Untuk itu mau tidak mau cara pandang terhadap dunia sangat mempengaruhi bagaimana kita dalam menghadapi setiap ujian kehidupan yang ada.

Maka dari itu, gunakanlah setiap moment pelajaran kehidupan yang kita alami dan jalani, untuk memperkaya cara pandang kita dalam kehidupan. Kesalahan tentang cara pandang akan sangat mempengaruhi hidup kita di masa yang akan datang. Maka belajarlah secara konstan agar kita semakin kaya dalam mempertajam cara pandang kita dalam hidup ini.

Rabu, 14 Desember 2011

KEBERSAMAAN

Belajar untuk membangun kebersamaan adalah salah satu proses yang cukup sulit, apa lagi dalam sebuah tim atau organisasi.
Bagaimana kita semua mau meleburkan seluruh karakter yang kita miliki menjadi satu dalam tim atau organisasi tersebut.

Belajar mengendalikan ego, belajar mengendalikan emosi, belajar menata hati dan belajar melapangkan dada adalah mata rantai yang harus dipenuhi jika kebersamaan ingin di hadirkan bersama-sama.
Betapa banyak orang yang bergabung dalam sebuah tim atau organisasi, tetapi mereka hanya hadir sebagai jasad saja, sedang pikiran dan hati mereka tidak hadir dalam tim atau organisasi tersebut. Jika itu yang terjadi, maka ketika muncul konflik atau friksi dalam tim, maka itu memungkinkan terjadi perpecahan yang cukup tajam antara mereka.

Pekerjaan rumah terbesar bagi organisasi manapun saat ini adalah bagaimana soliditas dan kebersamaan itu bisa tumbuh bersama. Semakin besar organisasi maka soliditas dan kebersamaan itu akan senantiasa diuji dalam berbagai permasalahan yang ada. Kedewasaan anggota organisasi turut mempengaruhi proses kebersamaan yang terjadi dalam tubuh organisasi itu.

Memang proses kebersamaan itu harus melibatkan semua elemen yang ada dalam tubuh organisasi. Idealnya memang setiap anggota baru atau setiap orang yang hendak masuk kedalam sebuah tim, melalui proses yang cukup agar bisa mengetahui sejarah organisasi sehingga diharapkan ada kesadaran yang tinggi untuk memiliki rasa kebersamaan dengan anggota yang lain.

Belajar dari pengalaman yang panjang dalam berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, memang diakui butuh proses yang panjang agar kebersamaan itu tumbuh.
Akan tetapi menyerah bukanlah solusi, kita tetap harus senantiasa berupaya dan terus mencoba agar kebersamaan itu bisa tumbuh dalam sebuah tim. Masalah yang ada itu akan membuat kebersamaan semakin kuat, maka belajarlah secara dewasa dari permasalahan yang ada. Berpikir positif salah satu kunci agar perekat kebersamaan itu bisa semakin kuat didalam tubuh organisasi.

Maka dari itu, belajarlah untuk melatih seluruh potensi yang kita miliki agar bisa menikmati kebersamaan dalam sebuah tim.

BELAJAR LAPANG DADA

Memang ketika kita sudah mulai terjun didalam masyarakat, maka kita harus menyiapkan bekal yang cukup. Bekal yang paling utama dan paling dasar adalah sikap lapang dada. Mengapa ?  Karena kita bergaul dengan banyak orang, banyak kepala, banyak pemikiran dan banyak karakter.

Ada ungkapan yang sangat berkesan yang disampaikan oleh Ar- Rafi' yaitu,
"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.”

Sungguh, ungkapan yang sangat berkesan dan menjadi sebuah bekalan yang sangat berharga dalam menghadapi kondisi masyarakat yang ada.

Kita mungkin banyak hal yang tidak mengecewakan hati. Itu bisa terjadi dimana saja dan kapan saja. Bisa dirumah, bisa di masjid, bisa di organisasi, bisa dimana saja. Ketika kita gagal melapangkan dada kita yang terjadi adalah bukan cepat selesainya masalah, malah semakin melebar dan bahkan sudah menyerang ranah pribadi. Itu merupakan potret yang ada disekitar kita, bahkan tidak mungkin kita pun bisa mengalaminya.


Ketika seseorang tidak atau belum bisa melapangkan dadanya atas sebuah permasalahan, betapa meruginya dia. Mengapa demikian ? Betapa banyak energi yang terkuras secara sia-sia. Betapa banyak waktu yang terbuang secara sia-sia. Bahkan kalau kita mau jujur, kita pun juga ikut merasakan sakit secara pikiran dan fisik.


Memang tidak bisa dipungkiri, tiap - tiap orang memiliki kapasitas dan kemampuan yang berbeda dalam menghadapi suatu permasalahan.
Yang paling penting adalah apakah kita mau atau tidak untuk belajar melapangkan dada ini atas segala permasalahan yang ada dan mungkin menimpa kita.


Yakinlah bahwa tidak ada yang tidak dicatat oleh Sang Khalik, maka dari itu buat apa kita buang-buang waktu untuk larut dalam kekecewaan yang tiada berujung. Semua pasti ada hikmahnya. Semua pasti ada nilainya. Semua pasti ada ganjarannya. 


Yang paling penting adalah kita tetap berusaha untuk tetap berbuat dan bekerja. Tetap berupaya menjaga keihklasan hati ini dalam segala kondisi apapun. 


Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah....