Belajar untuk membangun kebersamaan adalah salah satu proses yang cukup sulit, apa lagi dalam sebuah tim atau organisasi.
Bagaimana kita semua mau meleburkan seluruh karakter yang kita miliki menjadi satu dalam tim atau organisasi tersebut.
Belajar mengendalikan ego, belajar mengendalikan emosi, belajar menata hati dan belajar melapangkan dada adalah mata rantai yang harus dipenuhi jika kebersamaan ingin di hadirkan bersama-sama.
Betapa banyak orang yang bergabung dalam sebuah tim atau organisasi, tetapi mereka hanya hadir sebagai jasad saja, sedang pikiran dan hati mereka tidak hadir dalam tim atau organisasi tersebut. Jika itu yang terjadi, maka ketika muncul konflik atau friksi dalam tim, maka itu memungkinkan terjadi perpecahan yang cukup tajam antara mereka.
Pekerjaan rumah terbesar bagi organisasi manapun saat ini adalah bagaimana soliditas dan kebersamaan itu bisa tumbuh bersama. Semakin besar organisasi maka soliditas dan kebersamaan itu akan senantiasa diuji dalam berbagai permasalahan yang ada. Kedewasaan anggota organisasi turut mempengaruhi proses kebersamaan yang terjadi dalam tubuh organisasi itu.
Memang proses kebersamaan itu harus melibatkan semua elemen yang ada dalam tubuh organisasi. Idealnya memang setiap anggota baru atau setiap orang yang hendak masuk kedalam sebuah tim, melalui proses yang cukup agar bisa mengetahui sejarah organisasi sehingga diharapkan ada kesadaran yang tinggi untuk memiliki rasa kebersamaan dengan anggota yang lain.
Belajar dari pengalaman yang panjang dalam berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, memang diakui butuh proses yang panjang agar kebersamaan itu tumbuh.
Akan tetapi menyerah bukanlah solusi, kita tetap harus senantiasa berupaya dan terus mencoba agar kebersamaan itu bisa tumbuh dalam sebuah tim. Masalah yang ada itu akan membuat kebersamaan semakin kuat, maka belajarlah secara dewasa dari permasalahan yang ada. Berpikir positif salah satu kunci agar perekat kebersamaan itu bisa semakin kuat didalam tubuh organisasi.
Maka dari itu, belajarlah untuk melatih seluruh potensi yang kita miliki agar bisa menikmati kebersamaan dalam sebuah tim.
Bagaimana kita semua mau meleburkan seluruh karakter yang kita miliki menjadi satu dalam tim atau organisasi tersebut.
Belajar mengendalikan ego, belajar mengendalikan emosi, belajar menata hati dan belajar melapangkan dada adalah mata rantai yang harus dipenuhi jika kebersamaan ingin di hadirkan bersama-sama.
Betapa banyak orang yang bergabung dalam sebuah tim atau organisasi, tetapi mereka hanya hadir sebagai jasad saja, sedang pikiran dan hati mereka tidak hadir dalam tim atau organisasi tersebut. Jika itu yang terjadi, maka ketika muncul konflik atau friksi dalam tim, maka itu memungkinkan terjadi perpecahan yang cukup tajam antara mereka.
Pekerjaan rumah terbesar bagi organisasi manapun saat ini adalah bagaimana soliditas dan kebersamaan itu bisa tumbuh bersama. Semakin besar organisasi maka soliditas dan kebersamaan itu akan senantiasa diuji dalam berbagai permasalahan yang ada. Kedewasaan anggota organisasi turut mempengaruhi proses kebersamaan yang terjadi dalam tubuh organisasi itu.
Memang proses kebersamaan itu harus melibatkan semua elemen yang ada dalam tubuh organisasi. Idealnya memang setiap anggota baru atau setiap orang yang hendak masuk kedalam sebuah tim, melalui proses yang cukup agar bisa mengetahui sejarah organisasi sehingga diharapkan ada kesadaran yang tinggi untuk memiliki rasa kebersamaan dengan anggota yang lain.
Belajar dari pengalaman yang panjang dalam berinteraksi dengan berbagai macam karakter manusia, memang diakui butuh proses yang panjang agar kebersamaan itu tumbuh.
Akan tetapi menyerah bukanlah solusi, kita tetap harus senantiasa berupaya dan terus mencoba agar kebersamaan itu bisa tumbuh dalam sebuah tim. Masalah yang ada itu akan membuat kebersamaan semakin kuat, maka belajarlah secara dewasa dari permasalahan yang ada. Berpikir positif salah satu kunci agar perekat kebersamaan itu bisa semakin kuat didalam tubuh organisasi.
Maka dari itu, belajarlah untuk melatih seluruh potensi yang kita miliki agar bisa menikmati kebersamaan dalam sebuah tim.